Selasa, 07 April 2015

Ada Apa Dengan Situs Islam?



Pada akhir Maret, Negara kita sedang dibumingkan dengan situs Islam yang telah diberhentikan ataupun di blokir. Sebenarnya ada apa dengan situs-situs Islam tersebut, mengapa bisa di blokir? padahal itu bisa dikatakan sebagai salah satu wadah ataupun tempat untuk berdakwah, lantas apa yang dipikirkan pemerintah sehingga memblokir situs-situs tersebut?

Pemerintah memblokir situs-situs islam tersebut karena mereka menganggap bahwa telah terjadi radikalisme pada situs-situs tersebut. tetapi dari sudut pandang yang lain, mereka tidak menjelaskan batasan-batasan radikalisme itu bagaimana? menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) radikalisme mengandung makna paham atau aliran yg menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dngan cara kekerasan atau drastis. jikalau mereka menganggap situs-situs yang telah di blokir itu mengandung kekerasan, benarkah itu adanya? 

yang ditakutkan Indonesia yang mayoritas rakyatnya adalah muslim malah phobia atau takut terhadap agamanya sendiri sehingga dikenal dengan islamphobia. padahal, kalau kita lihat, situs-situs tersebut sudah ada sejak puluhan tahun dan mereka sudah mempunyai jamaah yang banyak. tidak ada penjelasan yang nyata yang dijelaskan oleh kominfo sendiri tau-tau sudah maen blokir saja.

diinfokan bahwasanya setelah melakukan pemblokiran terhadap 19 situs yang dituding mengandung paham radikal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak butuh waktu lama untuk membuka segel blokir tersebut.

Hanya saja proses pembukaan blokir itu tak akan langsung dilakukan, namun harus lewat rapat koordinasi panel situs negatif yang baru saja dibentuk Kominfo.

Ada 10 situs yang diusulkan Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo untuk dilakukan normalisasi (dibuka akses blokirnya).

Hal ini setelah terjadi pertemuan antara Ditjen Aptika Kominfo dengan 10 pengelola situs yang telah dilakukan pemblokiran pada 31 Maret 2015 kemarin.

Perwakilan 10 pengelola situs yang hadir adalah:
1. Arrahmah.com
2. Hidayatullah.com
3. salam-online.com
4. aqlislamiccenter.com
5. kiblat.net
6. panjimas.com
7. muslimdaily.net
8. voa-islam.com
9. gemaislam.com
10. dakwatuna.com

Dari Kominfo diwakili oleh Dirjen Aptika dan Direktur e-business, serta ada perwakilan dari Kementerian Polhukam, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Setelah dilakukan diskusi dengan para pengurus situs di atas, Ditjen Aptika akan mengusulkan proses normalisasi kepada Panel Terorisme, SARA dan Kekerasan dari Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif," bunyi keterangan Kominfo, Selasa (7/5/2015).

Panel akan melakukan pertemuannya Kamis 9 April dan proses normalisasi akan dilakukan segera setelah pertemuan panel dan sesuai hasil rekomendasi panel. 

sumber : (http://inet.detik.com/read/2015/04/07/175130/2880532/398/kominfo-usulkan-lepas-segel-blokir-10-situs-radikal?991101mainnews)


Senin, 06 April 2015

Jodoh dan Rahasia Allah

Sobat, mau dapat jodoh yang bagaimana? sudah di kriteriain belum jodoh kamu nantinya itu bagaimana? bagi kita yang akhwat, mau dapat ikhwan yang bagaimana ini? mau ikhwan yang shaleh, penghafal Qur'an, Hadist, taat agama, Atau inginnya dari tampilan fisiknya yang ganteng? lalu, bagi kamu yang ikhwan, mau dapat akhwat yang bagaimana? mau dapat yang shalehah, pemimpin di rumah, atau ingin mencari akhwat yang menjadi wanita karier yang bekerja untuk mencari nafkah keluarganya?

pada waktu itu, saya pernah berdiskusi dengan seorang abang aktivis kampus, ia sedikit membagi ilmunya, katanya, jangan terlalu memikirkan jodoh dek, nanti juga sudah diatur sendiri sama yang di atas. lantas, saya berfikir sejenak, iyakah itu benar. lalu, saya sedikit menjelaskan tentang ilmu yang saya terima dari beberapa kajian yang pernah saya ikuti, "bang, memang jodoh sudah tertuliskan di lauhul mahfudz, tetapi Allah mau melihat seberapa besar usaha hambanya, jadi kita sebagai makhluk Allah harus berbuat ataupun berprogress bukan hanya diam saja dalam mencari jodoh".

Sobat, Jodoh memang sudah di tetapkan oleh Allah, sudah tertulis di Lauhul Mahfudz (Kitab Allah), itu adalah ilmu Allah yang kita tidak mampu memikirkannya. manusia memang diberi akal oleh Allah untuk berfikir, tetapi kemampuan akal manusia itu terbatas untuk memikirkan ilmu Allah (Pengetahuan Allah), jodoh merupakan salah satu dari ilmu Allah yang menusia tidak mampu untuk memikirkannya, tetapi yang harus dilakukan oleh manusia adalah usahanya dalam melakukan sesuatu itu.

jika menginginkan seorang jodoh yang shaleh, maka kita dulu yang harus menshalehkan diri, jika menginginkan seorang penghafal qur'an, maka kita juga harus bisa menghafal qur'an. jika menginginkan seorang jodoh yang bersih dan rapi dalam penampilannya, maka kita dulu yang harus menjaga penampilan kita. sesuai dengan firman Allah didalam Q.S An-nur ayat 21:
"lelaki yang baik untuk wanita yang baik, dan lelaki yang keji untuk wanita yang keji"
ayat itu sudah jelas mengungkapkan tentang rahasia Allah mengenai jodoh, artinya jodoh adalah cerminan dari  setiap insan. jika kita baik, maka akan mendapatkan jodoh yang baik pula. 

"Jika jodoh adalah takdir, maka aku tak perlu risau memikirkan dia atau dia jodohku dengan jalan mencoba menjalin hubungan sebagai alasan mencari pencarian. jika jodoh adalah Takdir, maka aku harus beriman pada-Nya. jika sebuah nama telah ditetapkan menjadi belahan jiwa kita, kita pasti diper
temukan dengannya dalam ikatan yang diridhai-Nya".

Sabtu, 04 April 2015

mau dibawa kemana pendidikan kita?

Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting, terlebih-lebih bagi kaum pemuda. yah, tentu saja di tangan pemudalah sukses atau tidaknya suatu negara akan dipimpin. tapi, apalah daya ketika sistem yang membuat kualitas pendidikan sekarang ini menjadi rusak.

percaya atau tidak percaya, kini anak sekolah, dipaksa untuk melakukan suatu hal yang salah, hanya demi kesenangan dari pihak sekolahnya. Ujian nasional sudah ada di depan mata, mungkin satu minggu lagi siswa yang sekarang duduk di bangku kelas XII akan menghadapi yang namanya ujian nasional. selama tiga tahun mereka dididik diajarkan, tapi dengan 3 hari pula mereka disiksa dengan sistem.

Buruknya sistem di Indonesia membuat kualitas para generasinya menjadi tidak punya apa-apa. buat apa mereka belajar selama tiga tahun, jika sistem membuat mereka membuat melakukan dosa. apakah hanya dengan nilai semata, mampu meraih kebahagian di akhirat kelak? sadarlah wahai temanku, Sudah tampak hari-hari Kebangkitan di sekitar kita, maka dari itu, marilah segera kita bertobat, sebelum nantinya kita menyesal.

Sistem di Negara kita memang sudah salah, ketika Demokrasi telah menguasai Kapitalisme, mau tidak mau memaksa kita untuk melakukan suatu kehidupan yang memisahkan dengan agama. maksudnya, adalah mereka telah membuat suatu hukum sendiri, dimana para penguasalah yang menjadi suatu pembuat hukum itu. padahal di dalam Islam, diajarkan Allah lah sang Hakim (Pembuat Hukum) sehingga, semua perbuatan manusia diikat dan diatur dengan hukum syara' ( adanya tuntutan, Larangan, dan Pilihan )

Ketika manusia tadi menyalahi aturan pendidikan, mau dibawa kemana pendidikan kita? apakah dengan nilai saja, seorang siswa dinyatakan mempunyai kualitas ilmu yang tinggi, apakah dengan nilai saja, suatu negara bisa dipimpin dengan baik nantinya?

hanya dengan islam lah negara ini bisa maju, ingat ketika dulu masa-masa khalifah di Andalusia, begitu hebatnya dan pandainya pemuda-pemudanya, sehingga namanya masih melezit sampai sekarang. ingatkah, Khawarijh, Ibnu Sina. mereka adalah orang yang sukses menempu pendidikannya, karena jasanya ditemukannyalah angka 0 oleh khawarijh, sehingga kita tidak kesulitan lagi untuk  belajar menghitung. masih ingat dengan Ibnu Sina, karena adanya beliau, ditemukannya alat bedah yang dipakai oleh ahli kedokteran zaman sekarang. betapa hebatnya, bukan?

sekarang, kembali lagi ke pendidikan di negara kita, mau dibawa kemana kualitas pendidikan sekarang ini? inilah menjadi tugas berat bagi kita sebagai para generasi umat untuk menjadikan negara robbil'alamin, dibawah khalifah bin rasyidin. waallahualambishawab.